Sabtu, 21 Mei 2016

Tiga Pantai Yang Wajib Di Kunjungi Di Ujung Kulon

Mendengar kata ‘Ujung Kulon’, mungkin yang terbayang dalam pikiranmu adalah banteng dan badak Jawa, karena Ujung Kulon adalah nama sebuah taman nasional terbesar di Pulau Jawa yang telah dinobatkan sebagai salah satu World Heritage Sites oleh UNESCO. Tapi kamu nggak nyangka kalo jauh di balik hutan ada Pantai Ujung Kulon yang cantiknya tiada tara? Bahkan bukan cuma satu, melainkan tiga pantai sekaligus!
Ujung Kulon
foto: matadornetwork.com
Lokasi Pantai Ujung Kulon
Secara administratif, Ujung Kulon termasuk bagian dari Kabupaten Pandeglang, Banten dengan luas sekitar 123 ribu hektar. Kalo kamu pergi kemari naik kendaraan carteran tinggal duduk manis aja, atau mau tidur-tiduran dulu juga boleh, ntar bangun dah sampai di Pantai Ujung Kulon.
Tapi kalo mau naik kendaraan umum, rute yang Pegipegi sarankan adalah naik bus di Terminal Depok jurusan Terminal Kalideres. Sampai di Terminal Kalideres kamu naik bus tujuan Labuan. Jangan lupa bilang sama pak sopir kalo kamu turun di Koramil Labuan. Di depan Koramil Labuan carilah Elf atau angkot tujuan Tamanjaya. Dari sini kamu boleh bernafas lega karena Pantai Ujung Kulon tinggal beberapa kilometer lagi.
Tiga pantai di kawasan wisata Ujung Kulon
Namanya aja udah mengandung kata ‘Ujung’, nggak heran kalo lokasi Pantai Ujung Kulon cukup sulit dijangkau. Belum lagi akses jalan yang masih terjal bagai medan kompetisi offroad membuat mereka yang terbiasa berwisata di tempat-tempat mewah ogah mendatanginya.
Nggak apa-apa, travelers. Kalo tempat wisata tujuan kita terlalu crowded ‘kan nggak asik juga. Bukannya bersenang-senang menikmati liburan, yang ada malah tambah stress ngeliat orang berseliweran! Pantai-pantai di Ujung Kulon ini cocok buat kamu yang nggak suka keramaian, suka hiking, camping, birdwatching, atau kegiatan alam bebas lainnya.
Kamu tinggal pilih salah satu dari pantai-pantai berikut ini :

1. PANTAI CIPUTIH

pantai ciputih
foto: piknikuliner.wordpress.com
Menurut pengamatan Pegipegi, inilah satu-satunya pantai Ujung Kulon yang sudah mendapat sentuhan peradaban. Sebuah resort bernama Ciputih Beach Resort udah berdiri megah di dekat pantai dan dengar-dengar sih banyak juga tamunya di musim liburan. Di sini kamu bisa memesan kamar spesial dengan view pantai dan tarifnya sangat terjangkau, sekitar Rp 400 ribu aja per malam.
Karena udah banyak pengunjungnya, jalan menuju Pantai Ciputih lebih baik daripada pantai-pantai lainnya. Pantai dengan panorama mirip lukisan ini jaraknya sekitar 6 jam perjalanan dari Jakarta, dan dapat dicapai lewat jalur Jakarta-Serang-Pandeglang-Panimbang-Sumur-sampai deh ke pantai Ciputih.
Ombak Pantai Ciputih cukup bersahabat dan aman buat berenang atau snorkeling. Tapi kamu musti bawa perlengkapan snorkelingmu sendiri dari rumah karena nggak ada penyewaan perangkat snorkeling di sini. Jangan lupa bawa kamera juga karena panorama sunset di Pantai Ciputih cakep banget n nggak bisa kamu temui dimana pun.

2. PANTAI CINIBUNG

Sunset Di Pantai Cinubung
foto : travel.kompas.com
Pantai Cinibung nggak terlalu jauh dari Pantai Ciputih, atau bisa dikatakan kedua pantai di kawasan Ujung Kulon ini bertetangga, travelers. Di pantai ini kamu bisa berenang tanpa takut keseret ombak karena gelombang lautnya enggak ganas, pasirnya lembut banget lebih lengang daripada Pantai Ciputih. Kalo ada yang berlalu lalang, itu pun hanya segerombolan kerbau peliharaan warga desa setempat. 
Di Pantai Cinibung belom ada hotel, tapi ada beberapa rumah penduduk yang disewakan sebagai villa dengan tariff bervariasi. Momen paling tepat ke Pantai Cinibung adalah sore hari dan menginap semalam di villa buat menangkap sunrise yang hening tapi menakjubkan di pagi berikutnya, memamerkan kecantikan Ujung Kulon dan sekitarnya. Sayangnya jalan menuju Pantai Cinibung kondisinya cukup menyedihkan, dan diperlukan kesabaran untuk dapat melaluinya.
3. PANTAI KARANG RANJANG
foto : beritadaerah.co.id
Di antara pantai Ujung Kulon lainnya, inilah pantai yang paling tersembunyi, paling sulit dijangkau dan paling cantik, travelers. Bayangkan aja, untuk sampai ke sini kamu harus naik kapal dari Pantai Cinibung ke Muara Laban yang ada di sebelah utara TN Ujung Kulon. Dari Muara Laban kamu musti jalan kaki sejauh 4 km ke arah selatan menembus hutan dan semak-semak, sebelum nantinya akan disambut oleh deburan ombak Pantai Karang Ranjang.
Kalo ngeliat medannya, wajar kalo Pegipegi bilang Pantai Karang Ranjang Ujung Kulon hanya bisa didatangi kamu-kamu yang bermental penjelajah alam liar sungguhan. Enggak perlu takut capek karena keindahan Pantai Karang Ranjang Ujung Kulon akan menghapus semua rasa capekmu.
Sumber:
http://www.pegipegi.com/travel/mengintip-3-pantai-cantik-di-ujung-kulon/

Berkunjung ke Pulau Peucang, Pulau Yang Membuat Mata Terpana

Peucang adalah nama sebuah Pulau yang berada di sebelah timur Taman Nasional Ujung Kulon. Letaknya berada di selat panaitan, Pandeglang, Banten. Lokasinya memang cukup jauh dan memang cukup melelahkan tetapi setibanya di Pulau Peucang maka kelelelahan anda akan terbayarkan dengan suguhan keindahannya yang sangat mempesona.

UNESCO menganugerahi pulau ini sebagai salah satu dari situs alam warisan dunia karena memiliki keberagaman flora dan faunanya. Belum lagi pemandangan alamnya yang sangat indah sanggup menambatkan memori dalam hati untuk mengajak Anda datang kembali ke pulau ini. 

Pulau Peucang Ujung Kulon punya pantai dengan pasir putih dan air laut yang sangat jernih, saking jernihnya ketika anda tiba di dermaga Pulau Peucang anda bisa melihat ikan-ikan kecil dari atas kapal yang anda tumpangi. Ketika saya dan teman-teman berkunjung kesana kondisinya cukup tenang dan sepi, saya hanya melihat beberapa wisatawan asing yang sedang asik berenang.
Pulau Peucang
Dermaga Pulau Peucang Ujung Kulon

Pemandangan di Pulau ini cukup indah, ketika anda berada di pantai dan menghadap ke arah laut, di depan dan kiri terdapat bukit-bukit yang ditumbuhi dengan pepohonan. Tidak hanya itu saja, di Pulau ini anda bisa melihat hewan yang berkeliaran seperti Kera, Rusa dan Babi Hutan. Meskipun ada hewan yang berkeliaran, anda tidak perlu khawatir karena cukup aman untuk melakukan aktivitas disini.



Tranportasi Menuju ke Pulau Peucang

Pulau Peucang berada di Selat Panaitan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten atau sebelah timur Taman Nasional Ujung Kulon.  Pulau Peucang hanya dapat dicapai lewat laut melalui dermaga penyebrangan dari Kecamatan Sumur yang berjarak 9 jam perjalanan dari Jakarta dengan kendaraan pribadi atau sewaan.
Apabila Anda menggunakan kendaraan sewaan dapat menggunakan bus dari Kalieders tujuan ke Labuan lalu menyewa mobil untuk menuju Dermaga Sumur.
Penyewaan perahu nelayan ke Pulau Peucang sekitar Rp1.500.000,00 hingga Rp2.000.000,00 dengan lama perjalanan sekitar 3-4 jam tergantung kondisi cuaca dan ombak.
Alternatif jalur transportasi lain adalah dari Pulau Umang ada resort komersil dengan fasilitas water sport.


Akomodasi di Pulau Peucang

Di Pulau Peucang tersedia penginapan dengan fasilitas yang cukup lengkap harganya berkisar Rp. 400 ribu - Rp. 700 ribu. Ada tiga tipe penginapan disini yaitu:
1. Flora A menyediakan fasilitas AC+Kamar Mandi dengan kapasitas 2 orang per kamar.
2. Flora B hampir sama dengan Flora A.
3. Tipe Fauna yang tanpa AC.

Tidak hanya pulau Peucang saja, anda juga bisa mengunjungi objek wisata menarik lainnya yang ada di sekitar Pulau, seperti melihat Banteng yang sedang merumput di padang Penggembalaan Cidaon, trekking ke Karang Copong dan masih banyak lagi tempat wisata di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon menarik lainnya.


Sumber :
http://www.pasirpantai.com/jawa/jawa-barat/pantai-pulau-peucang-ujung-kulon/attachment/pesona-pulau-peucang-taman-nasional-ujung-kulon/

Melepas Penat Di Balik Tirai Air Terjun Banyu Anjlok

Air Terjun Banyu Anjlok mempunyai pemandangan yang sangat luar biasa, air Terjun yang langsung jatuh ke pantai sangat jarang ditemukan, makanya tempat ini udah lumayan terkenal di kalangan wisatawan, tapi tetep harus hati-hati, jangan bermain air apalagi berenang terlalu jauh di kawasan pantai. Karena memang pantai selatan Malang punya banyak palung laut dan ombak yang besar.

Pemandangan Air Terjun Banyu Anjlok
Perjalanan di mulai dari Kota Kepanjen menuju Kecamatan Dampit danKecamatan Tirtoyudo yang merupakan daerah paling timur Kabupaten Malang. Perjalanan selama 3 jam dari jalanan aspal yang mulus banget, jalanan pedesaan dan perkebunan, sampai jalanan ekstrim pas udah deket daerah wisata pantai.
Ruter Perjalanan Menuju Ke Air Terjun Banyu Anjlok
Petunjuk arah ke beberapa tempat wisata udah tersedia, jadi kita tinggal ngikutin petunjuknya aja. Kalau gak yakin tanya ke penduduk lokal juga bakal ngebantu. Setelah sampai di loket kita dikenakan tarif Rp. 5000,-. Udah termasuk pantai lenggoksono dan air terjun banyu anjlok. Bisa milih mana tujuan yang pengen kita tempuh nanti penjaga loketnya bakal ngasih tau jalannya.

Kalau pengen ke Banyu Anjlok, bisa dengan jalan kaki dan nitipin dulu kendaraan di Pantai Lenggoksono. Atau bisa pake motor tapi harus ekstra hati-hati banget. Karena jalannanya udah bukan aspal lagi, tapi bebatuan dan jalan tebing. Kalaupun pake motor saya sarankan jangan maksa pake motor matic buat boncengan, kalaupun pake matic sendirian masih bisa. Kalau mobil bisa parkir dulu di Pantai Lenggoksono dan jalan kaki ke Banyu Anjlok.

Jarak dari loket ke lokasi Air Terjun sekitar 3 km. Dan karena saya kesitu pagi banget, jadi masih sepi. Beruntung kami kesana pas hari biasa bukan akhir pekan jadi cukup leluasa buat ngelewati jalannya. Saya rasa butuh nyali besar buat berani ngelewatin jalanan ke Banyu Anjlok kalo pake motor. Karena lengah sedikit saja kita bisa jatuh ke jurang.
Air Terjun Banyu Anjlok dari atas Tebing
Pantai ini juga kita bisa nyewa perahu buat nganterin ke pantai Banyu Anjlok via laut. Itupun kalau emang orang yang berduit dan males capek-capek jalan kaki. Gak kalah seru kok nerjang ombak juga. Setelah puas bermeditasi di alik air terjun, kalian bisa mencoba menjelajah gua sempit di sisi kanan air terjun yang tertutup oleh curahan air. Kalian bisa menembus curahan air yang seperti tirai dan memasuki bagian dalam gua. Bias cahaya matahari yang terpantul pada tempias air menimbulkan efek pelangi yang sangat indah.
(photo by: cornucopia3d.com)

Rabu, 18 Mei 2016

Pantai Lenggoksono Malang, Wajib untuk Di Singgahi !!

Pantai Lenggoksono
Pantai Lenggoksono adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang terletak di tepi Samudera Indonesia dan masuk wilayah Dusun Lenggoksono, Desa Purwodadi, Tirtoyudo,Kabupaten Malang, Jawa Timur. Untuk menuju ke Pantai Lenggoksono dari kota Malang melewati Kecamatan Dampit dan menuju ke Kecamatan Tirtoyudo, lalu berbelok ke kanan di pertigaan Tangsi. Dari pertigaan ini masih sekitar 30 kilometer. Kondisi jalan dari Tangsi Tirtoyudo menuju Pantai Lenggoksono Purwodadi sangat mulus beraspal, hanya ruas jalan sangat sempit. Sepanjang 30 kilometer itu jalanan berkelok-kelok & belokan tajam disertai menanjak dan menurun yang curam. Bahkan terdapat jurang curam di sisi kanan dan kiri jalan. Sekitar lima kilometer menjelang masuk Desa Purwodadi kondisi jalan mulai rusak, namun sejumlah jalan ada yang sudah dicor hingga ke bibir pantai. Sepanjang perjalanan kita bisa menyaksikan perkebunan cengkeh dengan pohonnya yang tinggi sampai 15 meter. Hal itu tidak mengherankan karena Desa Purwodadi merupakan sentra produsen cengkeh terbesar di Malang Raya.
 
Rute dari Surabaya menuj PAntai Lenggoksono Malang
Terumbu Karang Cantik di Pantai Lenggoksono
Pantai Lenggoksono menyimpan potensi ikan beragam jenis seperti lobster, cumi-cumi, layur, cakalang, dan layar pemandangan pantai ini cukup menyejukkan mata. Memiliki hamparan pasir putih seluas satu kilometer melingkar dengan dikelilingi dua tebing yang cukup menghijau karena tumbuhan rindang. Bagi penghobi memancing, Pantai Lenggoksono menawarkan banyak tantangan. Selain tempatnya yang nyaman, ikannya juga banyak. Pantai Lenggoksono sebenarnya memiliki pemandangan yang indah dengan deburan ombaknya yang seperti berkejar-kejaran. Banyak batu-batu kecil tersebar di sepanjang tepi pantai. Sayangnya pantai ini kurang terawat karena masih ada sampah yang bertebaran di tepi pantai.
Ternyata pesona Pantai Lenggoksono justru bukan di pantai ini. Kami memutuskan untuk menyeberang ke Pulau Bolu Bolu dengan menyewa kapal, seharga Rp 50.000,-/ pp . Sebenarnya, kami bisa memilih untuk berkendara motor ke sana, tapi kami memilih naik kapal. Pertimbangannya, jika sewa kapal, maka destinasi yang dapat dituju adalah : Pantai Bolu Bolu, snorkling, dan Banyu Anjlok. Sedangkan jika berkendara motor, menurut nelayannya, tidak dapat menikmati wisata snorkeling.
Sumber:
http://www.nenghepi.com/2015/01/trip-to-pantai-lenggoksono-bolu-bolu.html 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUzmu5kwk3NZh-RjuB8jdy0R2gdbFXqnHXJ_LlyESNfv7MU5cLB-joHlG9sg-ZZ6eLzE9ylTlBU8zjyKajSvL2JmjTMljElmek_y5aY8-NlZpcLwuWuze4IH823koxQUKYLVhGgHRzbX0/s1600/lenggoksono.JPG

Aquarium Raksasa di Gili Labak Sumenep

Pulau Gili Labak Sumenep kini menjadi salah satu pusat wisata di Madura. Kecantikan pulau kecil ini tidak diragukan lagi. Panoramanya seolah melambaikan tangan pada para pengunjung untuk hadir dan menikmati keindahannya.

Tidak hanya mengandalkan pasir putih layaknya pulau Lombok, Gili Labak juga mengenalkan kecantikan alam bawah laut. Di beberapa titik tertentu pulau ini memiliki pemandangan yang luar biasa. Karang laut yang menawan dibalut dengan ikan-ikan cantik yang berenang di sekitarnya menambah keanggunan sisi bawah laut pulau ini.
Karakter Gili Labak tidak berbeda dengan pulau-pulau di Kepulauan Seribu pada 10 tahun kebelakang. Gili Labak hanya diisi sekitar 30 kepala keluarga saja. Otomatis, pulau ini memang pulau yang tidak terjangkau sebelumnya bahkan boleh dikatakan sulit. Wajar jika infrastruktur pariwisata belum memadai. Namun, itulah yang menjadi keistimewaan Gili Labak. Pesona pantai dan terumbu karangnya tidak akan tergantikan. Keindahan memang tak selalu bisa diukur dengan uang.
Adapun pulau ini terletak di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep. Tepatnya di sebelah timur Poteran, atau tenggara jika dilihat dari kota Sumenep. Karena letaknya yang berada di sebelah tenggara inilah menyebabkan rute menuju pulau ini menjadi banyak. Seperti yang diketahui, di pantai sebelah timur Sumenep terdapat banyak pelabuhan kecil. Sehingga pengunjung lebih mudah memilih rute mana yang akan dijalani.
Adapun beberapa rute dan transportasi menuju Pulau Gili Labak Sumenep:
1. Pelabuhan Kalianget
Rute ini merupakan salah satu rute yang paling banyak digunakan. Letaknya yang strategis memudahkan pengunjung untuk melewati rute ini. Adapun rute ini jika pengunjung berangkat dari jantung kota Sumenep silahkan ke arah timur kurang lebih 10 km. Sesampainya di pelabuhan, pengunjung cukup mencari perahu dan menyewanya untuk berlayar ke pulau Gili Labak. Akan tetapi saat ini ada banyak jasa tour yang menyiapkan perahu serta mengantarkan pengunjung hingga ke tempat tujuan.
2. Desa Lobuk
Desa Lobuk merupakan salah satu desa yang terdapat dermaga atau pelabuhan mini. Biasanya desa Lobuk merupakan salah satu rute menuju ke pulau Gili, baik Gili Genting maupun Gili Raja. Namun, saat ini dermaga di Desa Lobuk mulai rame. Banyak pengunjung Gili Labak memilih rute ini. Hal ini dikarenakan bagi pengunjung yang berasal dari luar Kota Sumenep akan lebih dekat melewati rute ini dibandingkan dengan rute yang lain. Pengunjung yang berasal dari luar Kabupaten Sumenep langsung belok kanan di pertigaan Bluto. Dari pertigaan ke kanan kemudian lanjutkan perjalanan ke arah timur hingga terdapat dermaga atau pelabuahn kecil di sana. pengunjung bisa langsung memesan perahu atau bisa memilih menggunakan jasa pelayaran ke Gili Labak.
3.  Tanjung Saronggi
Tempat lain yang bisa dijadikan rute menuju Gili Labak adalah Saronggi. Dari pertigaan Saronggi, silahkan berjalan ke timur hingga mencapai pantai. Disana juga terdapat dermaga yang banyak tersedia perahu kecil untuk menuju Gili Labak
4. Desa Kombang
Desa ini terdapat di kecamatan Talango. Rute dari kota hampir sama dengan yang melewati Kalianget. Bedanya, rute ini dari kalingat harus ke Talango dulu untuk melewati jalur darat hingga sampai di Kombang. Setelah itu pengunjung bisa langsung memesan perahu dengan harga yang lebih murah dan waktu yang lebih singkat.

Dari keempat rute tersebut waktu yang dibutuhkan hampir sama yakni 2 jaman. Tergantung keadaan cuaca dan angin yang kerap menganggu perjalanan menuju ke Pulau Gili Labak. Hal ini dikarenakan sampai saat ini belum ada kapal besar menuju pulau anggun tersebut. Sedangkan untuk memperoleh harga murah, maka sebaiknya dalamberangkat ke Gili Labak tidak sendirian, melainkan 8-10 orang. Karena semakin banyak, maka sewa perahu bisa menjadi lebih ringan.
Sumber :
http://www.emadura.com/2015/05/rute-dan-transportasi-menuju-pulau-gili.html 
http://img.jogjakartanews.com/20150823151430_demi-jangka-panjang-wisatawan-pulau-gili-labak-dihimbau-jaga-kelestarian-karang.jpg

Ranu Kumbolo Hidden Heaven in The Land of Java

Gunung Semeru merupakan gunung api tertinggi di Pulau Jawa, gunung tersebut merupakan salah satu gunung aktif yang terletak pada ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut. Kawah di puncak Gunung Semeru (Mahameru) dikenal dengan nama Jonggring Saloko yang selalu menyemburkan asap disertai material vulkanik. Di lereng gunung tertinggi tersebut, terdapat sebuah danau yang memiliki pemandangan yang sangat memukau dan eksotis, yakni Ranu (danau) Kumbolo.

Ranu Kumbolo sendiri merupakan sebuah danau yang terletak di jalur pendakian Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Luas danau Ranu Kumbolo sekitar 8 hektar dan terletak di ketinggian 2.390 meter di atas permukaan laut. Ranu Kumbolo masuk dalam wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Ranu Kumbolo
Danau ini biasa digunakan para pendaki untuk beristirahat setelah lelah mendaki dari Ranu Pane. Hawa di sekitar danau ini begitu sejuk dan dingin sehingga cocok untuk dijadikan tempat beristirahat. Daerah danau dikelilingi oleh pohon-pohon dan perbukitan kecil. Air Ranu Kumbolo ini begitu jernih sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan minum sehari-hari. Bagi para backpacker yang bisa berenang dapat merasakan sensasi berenang di danau dengan ketinggian 2.390 meter di atas permukaan laut di Ranu Kumbolo.

Air danau Ranu Kumbolo ini bersih dan jernih karena pengelola setempat membuat aturan yang sangat ketat bagi siapapun yang mengunjungi Ranu Kumbolo. Para pegunjung tidak boleh mencuci, mengotori, dan mencemari air danau. Maka dari itu pendaki yang akan beristirahat di sekitar Ranu Kumbolo harus membawa kembali sisa sampah yang telah mereka gunakan selama beristirahat di sekitar danau termasuk selama pendakian, akan ada sanksi tegas jika bagi yang melanggarnya.

Semakin malam jumlah pendaki yang menginap alias camping di Ranu Kumbolo akan semakin banyak. Jangan heran apabila tempat ini akan dipenuhi banyak tenda berkemah pada malam hari. Sebagian besar berkemah dekat dengan pondok kayu yang didirikan oleh pengelola TNBTS. Namun, pada pagi hari kawasan Ranu Kumbolo ini mulai sepi karena pendaki sudah mulai melanjutkan pendakian mereka menuju Puncak Gunung Semeru untuk melihat matahari terbit.

 
Lokasi Ranu Kumbolo berada di jarak 10.5 kilometer dari pintu masuk utama Gunung Semeru yang terletak di desa Ranu Pane. Jika lancar perjalanan dari Ranu Pane ke Ranu Kumbolo akan menghabiskan waktu 3-5 jam berjalan kaki melalui jalan setapak. Dari Ranu Kumbolo biasanya pendaki akan melanjutkan pendakian menuju Kalimati yang berjarak 7.5 meter. Seterusnya dari Kalimati sampai ke Puncak Mahameru kurang lebih berjarak 1 kilometer dan bisa ditempuh dalam waktu 2 jam. Untuk menuju puncak para pendaki harus rela berjuang melalui jalur yang menanjak dan berbatu. Kadang sering terjadi angin dan hujan besar yang melanda selama pendakian berlangsung.
Papan Vandalisme, buat kalian yang hobi corat coret
Untuk menuju danau ranu kumbolo dan gunung semeru dimulai dari desa kecil bernama desa ranu pani, jalur pendakian bisa dari dua arah yakni kabupaten lumajang dan kabupaten malang, jika pendaki datang dari malang, pendaki harusah menuju ke arah tumpang yang bisa ditempuh dengan kendaraan -+ 1,5 jam, tiba di tumpang melanjutkan perjlanan menuju ranu pani dengan alternatif memakai sewa jeep menuju ranu pani dengan tarif Rp, 125.000/orang atau juga bisa menaiki mobil masyarakat yang akan menuju ranu pani dengan tarif Rp. 50.000 per orang, tiba di desa ranu pani disinilah desa terahir untuk menuju jalur pendakian ranu kumbolo dan gunung semeru.

Ditengah perjalanan menuju desa Ranu Pane anda diwajibkan melapor pada pos perijinan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan membawa kelengkapan sebagai berikut:
  1. 2 lembar fotocopy KTP
  2. Materai 6000
  3. Surat kesehatan dari puskesmas / Rumah Sakit
  4. Biaya karcis masuk TNBTS seharga 10.000 per orang
  5. Alamat dan nomer telp perijinan (Jl.Raden Intan No.6 PO BOX 54 Malang Phone: 0341-491828 Fax: 0341-490885.)
  6. Sebaiknya anda pastikan kelengkapan yang perlu disiapkan dengan menelpon terlebih dahulu


Sumber :
https://nizamirpani.wordpress.com/tag/ranukumbolo/
https://wisatabatumalang.wordpress.com/wisata-ranu-kumbolo/

Jumat, 13 Mei 2016

Lost in Paradise "Karimun Jawa"

Karimunjawa merupakan sebuah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa kini mulai dikembangkan menjadi wisata Taman Laut Karimunjawa yang banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.
Sejak tanggal 15 Maret 2001, Karimunjawa ditetapkan oleh pemerintah Jepara sebagai Taman Nasional Karimunjawa adalah rumah bagi terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai, serta hampir 400 spesies fauna laut, di antaranya 242 jenis ikan hias. Beberapa fauna langka yang berhabitat disini adalah Elang Laut Dada Putih, penyu sisik, dan penyu hijau.
Banyak hal/kegiatan yang dapat dilakukan di Karimunjawa, mulai dari berenang dengan hiu hingga snorkling/menyelam melihat terumbu karang dan ikan-ikan yang lucu-lucu yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Kita juga dapat melakukan diving dan melihat bangkai kapal yang karam dan juga telah ditutupi oleh karang yang menjadi tempat hidup bagi ikan-ikan kecil. Lelah dengan kegiatan snorkling dan diving kita dapat berhenti di pulau-pulau yang berada di kepulauan Karimunjawa untuk beristirahat dan makan ikan bakar dengan bumbu dan sambal yang khas Pulau Karimunjawa. Saat sore dan hendak pulang kita dapat melihat sunset yang mulai terbenam, dengan pemandangan alam yang menakjubkan seakan-akan berkata bahwa inilah salah satu kekuasaan Tuhan yang tidak ternilai harganya.
Rute perjalanan dari menuju ke Pulau Karimun Jawa:
Dari Surabaya menuju Karimunjawa bisa menggunakan bus dari terminal Bungurasih menuju Jepara. Dari Terminal bus, perjalanan dilanjutkan ke pantai kartini dan dilanjutkan menyebrang ke Karimunjawa menggunakan kapal laut.
Lama perjalanan darat tergantung situasi dan kondisi di jalan, saat saya berangkat saya membutuhkan waktu sekitar 7 jam dari Surabaya sampai Jepara dan membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Jepara ke Karimunjawa dengan menggunakan kapal.

 

 

Sesampainya di Karimunjawa, wisatawan akan disambut dengan tulisan ‘selamat datang’ di gapura pelabuhan. Kejutan lainnya, wisatawan akan disuguhi kejernihan air laut di tepian dermaga. Wisatawan bisa melihat dengan jelas ikan kecil yang seakan menyambut kedatangan pengunjung. Keseruan tersebut juga akan bisa wisatawan jumpai saat melakukan aktivitas island hopping ke pulau-pulau terdekat di sekitar pulau utama. Misalnya seperti di Pulau Menjangan Besar, dimana wisatawan dapat mencoba berenang dengan hiu kecil yang tidak agresif di penangkaran ikan hiu karimunjawa. 

Menikmati senja cantik di dermaga Pelabuhan Karimun Jawa

Pantai yang wajib dikunjungi di Pulau Karimunjawa adalah Pantai Tanjung Gelam yang terkenal dengan pohon kelapa miringnya dengan hamparan pasir putih dan air laut yang berwarna hijau kebiruan.
Pohon Kelapa miring yang tumbuh tinggi di Pantai Tanjung Gelam
 

 
 
Lautan berwarna hijau kebiruan yang sangat memanjakan mata



Miss Darinka teman baru dari Slowakia Eropa Tengah
Makan siang bersama di pinggir pantai
Pada saat malam hari waktunya menikmati ikan segar di alun-alun Karimunjawa yang merupakan pusat kegiatan warga di malam hari. Setahu saya, tidak ada tempat yang lebih ramai dibanding alun-alun Karimunjawa di malam hari. Terdapat pasar malam dengan berbagai macam dagangan, mulai dari kuliner hingga cindera mata. Semua ada di sini.

 Informasi penting
  • Hanya ada ATM BRI di Karimunjawa, lebih baik bawa uang cukup dari luar daripada kehabisan uang di Karimunjawa
  • Listrik hanya menyala di malam hari dari 17.30 - 06.00, pastikan kamu hemat baterai di siang hari dan cas ketika malam tiba. 
  • Ada wifi.id di telkom dekat alun-alun, bisa dijadikan alternatif internet kencang di malam hari.
  • Tidak disaranakan datang saat libur natal dan tahun baru, karena kata warga sekitar kamu tidak bisa benar-benar menikmati liburan di sini.
  • Bulan Februari - Maret ombak seringkali besar, terkadang kapal tidak diijinkan untuk menyeberang.
Jangan lupa jalan-jalan, KALEM!!!

Sumber :
https://blogwisata88.wordpress.com/2015/01/24/pulau-karimunjawa-objek-wisata-dengan-keindahan-alam-yang-mempesona/
http://www.panduaji.net/2014/10/backpacker-ke-karimunjawa-eps-01.html